Nusantaratv.com - Mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal, mengungkap pengalaman kurang menyenangkan setelah membeli mobil listrik BYD Seal.
Dia bahkan mengaku menyesal karena kendaraan tersebut mengalami masalah serius dan tak kunjung selesai diperbaiki hingga berbulan-bulan.
Keluhan ini mendapat respons dari BYD Indonesia. Head of PR and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, membenarkan adanya laporan tersebut dari jaringan diler mereka.
Menurut Luther, pihak BYD telah meminta diler untuk segera berkoordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk konsumen, guna menghindari miskomunikasi dan memastikan informasi yang beredar akurat.
Lebih lanjut, Luther mengungkapkan pihak BYD hingga saat ini masih belum menerima informasi secara lengkap. Saat ini, proses komunikasi dengan Akbar Faizal pun tengah berlangsung.
"Kami minta diler kedepankan respons yang cepat dalam menangani setiap keluhan pelanggan lebih dahulu," kata Luther, Senin, 13 April 2026.
Dia juga memastikan pihak BYD akan segera bertemu dan menghubungi Akbar Faizal secara langsung guna membahas permasalahan yang terjadi pada kendaraannya.
"Siang ini, tim aftersales bersama diler kami dijadwalkan bertemu langsung dengan Pak AF untuk membahas hal ini," tambah Luther.
Kronologi Masalah BYD Seal
Akbar menjelaskan, dirinya membeli unit BYD Seal Premium di diler Sudirman pada Desember 2025 melalui skema kredit dari Clipan Finance.
Namun, sejak awal penggunaan, mobil tersebut sudah menunjukkan gejala tidak normal. Dia menyebut kendaraannya mengalami kondisi tidak stabil atau "oleng joget", yang membuat pengalaman berkendara menjadi tidak nyaman.
Alih-alih membaik, proses perbaikan justru dinilai memperburuk kondisi. Akbar menilai terjadi saling lempar tanggung jawab antara pihak BYD, leasing, asuransi, hingga bengkel.
"Saya beli mobil BYD Seal premium di Kantor penjualan Sudirman secara kredit via leasing Clipan Finance. Desember 2025. Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yang dipilih BYD saling lempar tanggungjawab," tulis Akbar di akun X dan Instagram @akbarfaizal68, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Masuk Bulan Ke-4, Tak Ada Kejelasan
Akbar mengungkapkan mobilnya sempat berada di bengkel lebih dari dua bulan. Namun, hasil perbaikan dinilai tidak memuaskan. Bahkan, kesalahan analisis dari pihak bengkel disebut membuat kerusakan semakin parah.
Kini, permasalahan tersebut telah memasuki bulan keempat tanpa kepastian penyelesaian.
"Dua bulan lebih mobil saya tak jelas nasibnya. Hingga ditangani bengkel mereka. Ternyata mereka salah analisa dan jogetnya makin parah. Saya kembalikan ke mereka lagi. Sudah masuk bulan ke-4 tanpa kejelasan," lanjutnya.
Cicilan Tetap Ditagih Meski Mobil Bermasalah
Tak hanya soal kerusakan kendaraan, Akbar juga menyoroti sikap leasing yang tetap menagih cicilan. Dia mengaku masih membayar hingga Maret 2026, namun memutuskan menghentikan pembayaran mulai April.
Menurutnya, pihak leasing terus melakukan penagihan melalui puluhan nomor telepon, bahkan telah mengirimkan surat peringatan pertama.
"Namun per April, saya tak mau bayar. Pihak Clipan Finance seperti orang gila menelepon menagih. Mereka gunakan puluhan nomor, kuabaikan," imbuhnya.
Akbar melanjutkan, leasing mengirim surat peringatan pertama dan mereka tidak peduli nasib mobil yang dimilikinya.
"Jika mau tarik mobil itu, sekarang ada dihalaman kantor kalian atau dibengkel payah yang kalian pilih," cetus Akbar.
Somasi Dikirim, OJK Diminta Turun Tangan
Merasa dirugikan, Akbar akhirnya melayangkan somasi kepada tiga pihak, yakni BYD, Clipan Finance, dan Asuransi MAG.
Dia juga meminta perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan serta lembaga terkait agar kasus ini ditangani secara serius dan memberikan perlindungan kepada konsumen.
"Hari ini pula saya telah kirim somasi kepada tiga pihak ini: @BYDCompany, @clipan_official, @Asuransimag_. Segera bertanggungjawab. Saya meminta @OJKRI mulai bekerja serius menangani perusahaan payah seperti ini. Itu tugas kalian. @kemenkeu @DPR_RI," tukas Akbar.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh