Nusantaratv.com - Kiprah Sucor Sekuritas dalam menggairahkan industri pasar modal Tanah Air kembali mendapat pengakuan publik.
Perusahaan sekuritas ini dianugerahi penghargaan IPO Market Catalyst of the Year 2026 dalam ajang Nusantara Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Nusantara TV.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama Nusantara TV, Randy Monthonaro Tampubolon, kepada Chief Executive Officer (CEO) Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya.
Apresiasi ini diberikan atas peran aktif Sucor Sekuritas dalam menciptakan momentum pasar, memperluas partisipasi investor ritel, serta sukses mengawal aksi penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sejumlah emiten berkualitas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kehadiran Sucor Sekuritas sebagai katalis pasar selaras dengan pesatnya pertumbuhan investor domestik. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) hingga tahun 2026 telah menembus lebih dari 30 juta investor, meningkat hampir 50% dibandingkan akhir tahun 2025.
Sukses Kawal IPO Bermutu dengan Oversubscription Fantastis
Sepanjang tahun 2026, Sucor Sekuritas mencatatkan prestasi impresif sebagai penjamin pelaksana emisi tunggal (sole underwriter) bagi dua aksi IPO besar, yaitu PT Niramas Utama Tbk (Jeli) dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL).
Kedua aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari 7 perusahaan yang berhasil melantai di BEI setelah mengantongi persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Antusiasme masyarakat terhadap kedua IPO ini tergolong luar biasa:
- PT Niramas Utama Tbk (Jeli)
Di sektor consumer goods, penawaran umum saham Jelli mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 273,37 kali dengan partisipasi mencapai 606.892 SID investor.
- PT Prodia Diagnostik Line Tbk (PRDL)
Di sektor kesehatan, permintaan investor pada porsi pooling allotment bahkan melonjak hingga 709,93 kali oversubscription dengan total lebih dari 1 juta pesanan.
Dalam pidato penerimaan penghargaannya, CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk terus menjaga kepercayaan publik.
Chief Executive Officer (CEO) Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya.
"Terima kasih kepada Nusantara TV dan Pak Randy yang telah memberikan penghargaan IPO Market Catalyst of the Year 2026 kepada Sucor Sekuritas. Tentu saja ini merupakan kehormatan bagi kami. Tentu ini adalah kepercayaan yang perlu kita jaga, dan ke depannya kami terus berkomitmen untuk menelurkan perusahaan-perusahaan yang berkualitas di Bursa Efek Indonesia. Bravo pasar modal Indonesia, mudah-mudahan IHSG terus membaik dan investor ritel terus bisa menjadi anchor dalam pasar modal Indonesia," ujar Bernadus Wijaya.
Menyaring Emiten Berdasarkan Fundamental dan Ketahanan Krisis
Di tengah tingginya volatilitas pasar global dan kenaikan harga minyak dunia, Sucor Sekuritas tetap optimistis dengan menekankan pentingnya seleksi emiten secara ketat.
Bernadus menjelaskan bahwa kunci keberhasilan membawa emiten naik kelas terletak pada evaluasi rekam jejak (track record) serta ketahanan bisnis emiten terhadap krisis.
"Yang kami lakukan adalah melihat track record perusahaan selama bertahun-tahun yang diuji dengan fundamental yang kuat. Dua perusahaan ini, baik Jeli maupun PRDL, telah teruji di dalam berbagai masa seperti krisis COVID maupun krisis sebelumnya. Kami tidak ingin perusahaan yang kami IPO-kan bisnisnya tidak sustain," ungkap Bernardus.
Dia menambahkan bahwa di tengah iklim suku bunga tinggi di mana kupon obligasi pemerintah 10 tahun berada di atas 7,1%, pendanaan ekuitas melalui pasar modal menjadi solusi pembiayaan yang efisien dan murah bagi perusahaan tanpa beban bunga utang.
Untuk tahun 2027 mendatang, Sucor Sekuritas telah menyiapkan pipeline lebih dari tiga calon emiten dengan tawaran valuasi yang kompetitif bagi investor.
Optimisme Pasar dan Visi Generasi Muda
Mengenai iklim investasi nasional, Bernadus menilai pasar modal Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang sangat masif.
Rasio market cap to GDP Indonesia saat ini berada di kisaran 70%, masih di bawah negara tetangga seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia yang sudah melampaui 100%.
Selain itu, reformasi bursa seperti kewajiban free float 15% serta penyesuaian batas harga saham minimal dari Rp50 ke Rp1 per 28 September lalu diyakini makin meningkatkan keterbukaan dan likuiditas pasar.
Ke depan, Sucor Sekuritas berkomitmen memperkuat posisinya sebagai full-service brokerage yang terintegrasi, mulai dari penjaminan emisi (underwriting), perantara pedagang efek untuk institusi dan ritel, hingga instrumen fixed income.
"Kami ingin menjadi full-service brokerage yang terintegrasi dan tetap relevan dengan generasi milenial dan Gen Z, melalui berbagai program edukasi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dengan jargon kami, Stronger Together," tutup Bernadus.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh