Nusantaratv.com - China berencana memperketat regulasi teknologi pada kendaraan baru.
Sejumlah fitur yang semakin populer di industri otomotif, mulai dari kursi zero-gravity, layar infotainment berukuran besar, hingga lampu depan yang bisa menampilkan teks dan gambar, masuk dalam daftar teknologi yang akan dievaluasi.
Seperti dilaporkan CarNewsChina, Senin (12/10/2026), Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) telah membuka konsultasi publik terkait rancangan aturan baru yang mencakup aspek keselamatan kendaraan, pengoperasian fitur, serta desain antarmuka pengguna.
Selain teknologi interior dan pencahayaan, MIIT kembali menyoroti penggunaan gagang pintu tersembunyi yang sepenuhnya mengandalkan mekanisme elektronik.
Usulan ini sebelumnya telah muncul pada akhir 2025, menyusul sejumlah kecelakaan yang melibatkan Xiaomi SU7 dan menjadi perhatian publik.
Rancangan tersebut berpotensi memengaruhi strategi produsen otomotif yang mengandalkan fitur inovatif sebagai daya tarik utama kendaraan listrik dan mobil generasi terbaru.
Kursi Zero-Gravity Terancam Dibatasi
Salah satu poin yang menjadi perhatian MIIT adalah penggunaan kursi dengan mekanisme gerak khusus, termasuk kursi zero-gravity, kursi yang dapat berputar, serta kursi yang bisa dilipat hingga rata.
Fitur-fitur tersebut dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, terutama pada kendaraan listrik dan mobil dengan kabin yang mengutamakan pengalaman layaknya ruang keluarga.
Namun, MIIT mengusulkan pengujian yang lebih ketat terhadap ketahanan benturan, sistem antipenjepit, dan keandalan mekanisme kursi.
Produsen juga didorong menetapkan batasan penggunaan fitur kursi bergerak untuk memastikan keselamatan penumpang. Salah satu usulan utamanya adalah melarang pengoperasian fungsi tersebut ketika kendaraan sedang melaju.
Jika diterapkan, aturan ini dapat mendorong produsen untuk mengevaluasi kembali desain dan pengoperasian kursi dengan fitur kenyamanan canggih.
Layar Infotainment Besar Ikut Dievaluasi
MIIT juga menyoroti perkembangan layar digital di dalam kabin, mulai dari layar infotainment di bagian tengah, layar berukuran besar, hingga sistem head-up display (HUD) yang semakin kompleks.
Teknologi tersebut menjadi salah satu ciri khas mobil modern karena menawarkan akses ke navigasi, hiburan, informasi kendaraan, dan berbagai fungsi lainnya dalam satu antarmuka.
Meski demikian, penggunaan layar yang semakin dominan dinilai perlu mempertimbangkan potensi gangguan terhadap konsentrasi pengemudi.
Karena itu, MIIT meminta produsen mengevaluasi dampak layar terhadap perhatian pengemudi, sekaligus memastikan keandalan dan keselamatannya dalam kondisi ekstrem maupun saat terjadi tabrakan.
Rancangan aturan tersebut juga mengusulkan pembatasan layar lipat dan fleksibel.
Jika ketentuan ini diberlakukan, produsen yang mengembangkan teknologi layar inovatif, termasuk merek yang mengandalkan fitur digital canggih seperti Xiaomi dan HIMA, ekosistem otomotif yang terkait dengan Huawei, perlu menyesuaikan desain produknya dengan persyaratan baru.
Lampu Mobil Tak Bisa Sembarangan Menampilkan Pesan
Teknologi pencahayaan kendaraan juga masuk dalam pembahasan. MIIT mengusulkan aturan baru untuk komponen lampu, unit pencahayaan yang menonjol, serta fitur lampu depan dan belakang yang dapat menampilkan pesan sesuai pilihan pengguna.
Sejumlah kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) telah mengadopsi teknologi LED matriks yang memungkinkan lampu memproyeksikan gambar maupun teks ke permukaan tertentu.
Kemampuan ini membuka peluang baru dalam komunikasi visual kendaraan. Namun, penggunaan fitur tersebut juga menimbulkan persoalan terkait jenis konten yang dapat ditampilkan di jalan raya.
MIIT merekomendasikan agar produsen mengendalikan konten pada sistem pencahayaan dan memantau pesan yang ditampilkan pengguna.
Langkah ini ditujukan untuk mencegah penyalahgunaan fitur lampu yang berpotensi mengganggu keselamatan atau menampilkan konten yang tidak diizinkan.
Pendekatan pengawasan tersebut sejalan dengan praktik penyaringan tertentu pada perangkat elektronik di China.
Sejumlah ponsel Android yang dipasarkan di negara itu, misalnya, menerapkan pemeriksaan terhadap kata-kata tertentu ketika pengguna membuat nama hotspot Wi-Fi atau koneksi Bluetooth.
Gagang Pintu Tersembunyi Kembali Jadi Perhatian
Poin lain dalam rancangan MIIT adalah usulan pembatasan gagang pintu yang sepenuhnya tersembunyi.
Desain gagang pintu rata dengan bodi atau yang baru muncul ketika diaktifkan secara elektronik semakin banyak digunakan pada mobil modern, termasuk kendaraan listrik.
Desain ini memberikan tampilan eksterior yang lebih minimalis, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kemudahan membuka pintu dalam situasi darurat.
MIIT sebelumnya telah menerbitkan diagram yang menggambarkan desain gagang pintu yang dianggap memenuhi kriteria keselamatan, termasuk sejumlah pilihan desain untuk bagian eksterior dan interior kendaraan.
Dalam rancangan terbaru, kementerian juga menyoroti gagang pintu dengan desain inovatif. Produsen diminta memastikan keandalan dan keselamatannya melalui pengujian dalam berbagai kondisi ekstrem.
Selain itu, desain gagang pintu perlu mengintegrasikan mekanisme mekanis cadangan dan menyediakan ruang yang memadai agar pintu tetap dapat dioperasikan secara manual.
Ketentuan tersebut menekankan pentingnya sistem pembuka pintu yang tetap berfungsi ketika mekanisme elektronik mengalami gangguan.
Regulasi Baru Bisa Mengubah Arah Inovasi Mobil
Rancangan aturan MIIT memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi otomotif tidak hanya berfokus pada penambahan fitur, tetapi juga pada keselamatan dan kemudahan penggunaan dalam kondisi nyata.
Kursi dengan fungsi gerak khusus, layar digital berukuran besar, lampu yang dapat menampilkan pesan, serta gagang pintu tersembunyi menjadi contoh teknologi yang kini perlu dievaluasi dari sisi risiko dan keandalannya.
Namun, seluruh ketentuan tersebut masih berada dalam tahap rancangan dan konsultasi publik. Dampak akhirnya terhadap produsen otomotif akan bergantung pada isi aturan yang disahkan dan ketentuan teknis yang diberlakukan.
Jika regulasi ini diterapkan, produsen mobil yang beroperasi di China perlu menyesuaikan desain kendaraan agar inovasi teknologi tetap sejalan dengan standar keselamatan yang ditetapkan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh