parisklubaqua365main mahjongmahjong optimalefektif mahjong waysmahjong ways balik modal
Danantara Tegaskan Evaluasi Peluang Investasi, Pemerintah Dorong Penurunan Komisi Ojol

Danantara Tegaskan Evaluasi Peluang Investasi, Pemerintah Dorong Penurunan Komisi Ojol

Nusantaratv.com - 03 Mei 2026

Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. ANTARA/Muhammad Heriyanto/am. (Antara)
Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl.RP. Soeroso, Menteng, Jakarta. ANTARA/Muhammad Heriyanto/am. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai peluang investasi sebagai bagian dari upaya menjalankan mandat untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.

"Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia," ujar Tim Komunikasi Danantara Indonesia saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, Danantara menegaskan akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menilai setiap peluang investasi, dengan mempertimbangkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risiko dan imbal hasil (risk-return), serta potensi penciptaan nilai jangka panjang.

"Kami tetap disiplin dalam menilai peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, dan penciptaan nilai jangka panjang, sesuai dengan tahapan investasi yang telah kami tetapkan," ujar Tim Komunikasi Danantara.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa Danantara Indonesia telah mengakuisisi sebagian saham perusahaan aplikator ojek online (ojol). Langkah ini salah satunya bertujuan untuk menurunkan potongan komisi bagi pengemudi ojol dari kisaran 10–20 persen menjadi delapan persen.

Menurut Dasco, dengan adanya kepemilikan saham oleh pemerintah, sistem dan kebijakan pada aplikator akan disesuaikan secara bertahap.

Namun demikian, ia menekankan bahwa prioritas utama pemerintah adalah menurunkan besaran komisi yang dibebankan kepada pengemudi.

"Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10 persen ini sehingga aplikator hanya akan mengambil delapan persen dari yang dikumpulkan," ujar Dasco, dikutip dari Antara.

Terkait status hubungan kerja antara pengemudi ojol dengan perusahaan aplikator, Dasco menyebutkan bahwa hal tersebut masih dalam tahap simulasi dan pembahasan lebih lanjut.

Di sisi lain, ia memastikan bahwa organisasi pengemudi ojol akan dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan tersebut.

"Organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk," ujar Dasco.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur pemangkasan potongan pendapatan yang diambil perusahaan aplikator dari pengemudi ojek daring menjadi delapan persen.

"Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen," ujar Presiden Prabowo.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close