KASIPAHAM: Presiden Prabowo akan Beri Tanah 2 Hektare untuk 2,2 Juta Jiwa Kategori Miskin Ekstrem

KASIPAHAM: Presiden Prabowo akan Beri Tanah 2 Hektare untuk 2,2 Juta Jiwa Kategori Miskin Ekstrem

Nusantaratv.com - 07 Oktober 2026

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sujadmiko mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan memberikan tanah untuk 2,2 Juta jiwa yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sujadmiko mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan memberikan tanah untuk 2,2 Juta jiwa yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Penulis: Ninuk Cucu Suwanti

 

NusantaraTV.com- Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan memberikan tanah untuk 2,2 Juta jiwa yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Keterangan itu disampaikan oleh Budiman Sudjatmiko dalam Program Kasih Paham, Nusantaran TV, Selasa (6/10/2026).

“Pak Prabowo sudah kasih instruksi, artinya ada 2,2 juta jiwa orang miskin ekstrem, apa yang dilakukan, Pak Prabowo mengatakan distribusi tanah, reforma agrarian, pastikan rakyat punya aset dasar universal,” ucap Budiman.

Oleh karenanya, kata Budiman, saat ini pemerintah tengah menggenjot Undang-Undang Reforma Agraria. Di samping itu, Budiman menuturkan bahwa Presiden Prabowo juga membentuk lembaga baru yakni Badan Reforma Agraria yang fungsi kerjanya terpisah dengan Agraria dan Tata Ruang (ATR).

“Artinya apa? Pak Probowo mengatakan harus ada pemberian aset atas tanah,” ujar Budiman.

Menurut Budiman, tiap orang miskin ekstrem nantinya akan mendapatkan aset tanah seluas 2 hektare. Dengan pemberian lahan seluas tersebut, Presiden Prabowo berharap warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem bisa mandiri.

Menyikapi arahan Presiden Prabowo, Budiman mengaku memberikan usulan agar pemberian lahan bagi warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem tidak dikasih dalam bentuk sertifikat per individu tetapi melalui koperasi.

“Saya berbicara dengan orang ATR BPN. Kesimpulannya kayak gini ya, tidak akan dikasih sertifikat sampai 10 tahun. Kalau keluarga itu terbukti konsisten terus menggarap pertanian itu menjadi lahan produktif. Kalau dia sudah konsisten terlepas dari kemiskinan ekstremnya, dan konsisten untuk melepaskan diri dari kemiskinan ekstremnya, mereka sungguh-sungguh bertani. Tidak kemudian menjualnya. Iya. maka baru dikasih 10 tahun sertifikatnya,” ujar Prabowo.

Tayangan Program KASIPAHAM yang membahas perihal Bansos dan menghadirkan Budiman Sudjatmiko dalam Anda simak selengkapnya di YouTube Nusantara TV.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close