Kepala BGN Tegaskan Anggaran MBG Tak Hentikan Program Pemerintah Lain

Kepala BGN Tegaskan Anggaran MBG Tak Hentikan Program Pemerintah Lain

Nusantaratv.com - 01 Agustus 2026

Kepala BGN Sudaryono (tengah) memberikan keterangan pers saat meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) dan Media Center di kantor BGN Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. Fasilitas baru tersebut dibangun bertujuan untuk meningkatkan trans (Antara)
Kepala BGN Sudaryono (tengah) memberikan keterangan pers saat meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) dan Media Center di kantor BGN Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. Fasilitas baru tersebut dibangun bertujuan untuk meningkatkan trans (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berarti seluruh anggaran negara terserap untuk program tersebut. Ia juga membantah anggapan bahwa pelaksanaan MBG membuat program pemerintah di sektor lain terhenti.

Sudaryono mengaku prihatin dengan sejumlah komentar di media sosial yang menyebut anggaran negara habis untuk membiayai MBG. Menurutnya, pemerintah tetap menjalankan berbagai program pembangunan secara bersamaan.

"Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, anggapan bahwa MBG mengorbankan program lain perlu diluruskan. Pemerintah, kata Sudaryono, tetap mengalokasikan anggaran untuk berbagai sektor, mulai dari penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, pembangunan irigasi, hingga pembangunan infrastruktur lainnya.

Di sektor pertanian, misalnya, persoalan ketersediaan pupuk telah menjadi perhatian pemerintah bahkan sebelum program MBG dilaksanakan. Setelah anggaran dialokasikan untuk MBG, pemerintah tetap berupaya memenuhi kebutuhan pupuk sekaligus memberikan kebijakan harga yang lebih terjangkau bagi petani.

Hal serupa juga dilakukan terhadap jaringan irigasi. Pemerintah tetap menjalankan program revitalisasi dan perbaikan infrastruktur pertanian tersebut meski MBG membutuhkan anggaran yang cukup besar.

"Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi," kata Sudaryono.

Sudaryono juga menyinggung persoalan kerusakan sekolah. Ia menegaskan kondisi sekolah yang rusak bukan disebabkan oleh pelaksanaan program MBG. Menurutnya, persoalan tersebut sudah ada sebelum program makan bergizi gratis berjalan.

"Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah," ujarnya, dikutip dari Antara.

Pemerintah, lanjut Sudaryono, menargetkan perbaikan sekolah dilakukan secara bertahap dalam jumlah besar. Selain infrastruktur pendidikan, pemerintah juga tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk peningkatan pendapatan bagi guru honorer.

Ia menilai berbagai kebijakan tersebut menunjukkan bahwa MBG berjalan beriringan dengan program pemerintah lainnya. Karena itu, Sudaryono mengajak masyarakat melihat alokasi anggaran pemerintah secara utuh dan tidak langsung menyimpulkan bahwa pembiayaan MBG mengorbankan sektor lain.

"MBG memang mengambil dana yang tidak kecil. Rencana tahun ini sekitar Rp268 triliun. Tetapi, yang lain-lain juga dikerjakan," kata Sudaryono.

Pemerintah memastikan program MBG tetap menjadi salah satu prioritas, sementara pembangunan dan pelayanan publik di berbagai sektor lainnya juga terus berjalan sesuai dengan alokasi anggaran masing-masing.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close