Nusantaratv.com-Direktur Bina Lavogan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita Warman, menegaskan bahwa indikator keberhasilan (KPI) program MagangHub tidak sekadar diukur dari banyaknya jumlah lulusan.
Melalui uji sertifikasi kompetensi di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), pemerintah dapat mengukur secara transparan peningkatan kualitas kompetensi teknis para peserta magang.
"KPI kami di pemagangan ini bukan hanya kuantitas, bukan hanya jumlah peserta magang yang lulus yang mendapatkan sertifikat, enggak cukup sampai di situ," ujar Surya Lukita Warman saat hadir dalam program Merah Putih bertajuk "Maganghub Solusi Sarjana Sulit Kerja?" di Nusantara TV yang dipandu Host Maria Anneke, Jumat (25/9).
"Sambil memberikan manfaat tambahan ke adik-adik magang untuk modal kerja yaitu dengan sertifikasi kompetensi di BNSP, itu melalui uji di sana juga kami bisa melihat kualitasnya, kualitas dari kompetensi teknisnya. Di sana kami akan ada salah satu tools untuk melihat, mengukur bagaimana terjadinya peningkatan kualitas adik-adik magang," lanjutnya.
Pemadanan Data BPJS dan Penyerapan Kerja
Selain aspek kualitas teknis, Kemnaker menempatkan tingkat kebekerjaannya (employability) alumni sebagai indikator utama. Pemantauan terhadap peserta magang angkatan pertama dilakukan secara berkala setiap bulan melalui pemadanan data dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Surya menjelaskan bahwa dari hasil pemadanan data tersebut, alumni yang terdaftar dalam skema Penerima Upah (PU) menunjukkan keterserapan di sektor formal.
Sementara itu, alumni yang terdaftar dalam skema Bukan Penerima Upah (BPU) mengindikasikan keberhasilan mereka dalam membuka usaha mandiri.
"Seberapa besar tingkat kebekerjaannya setelah lulus atau setelah mengikuti program magang ini... tiap bulan kami data, kami survei... melalui pemadanan data dengan BPJS. Terus terang kalau dengan BPJS sendiri pun kita padankan, apakah dia terdaftar lagi di BPJS dengan skema PU (penerima upah) artinya kerja di sektor formal, ataukah dengan skema BPU. Ternyata banyak di angkatan satu yang lulus ternyata terdaftar lagi sebagai skema di BPU, artinya ada kemungkinan ini mereka berwirausaha atau bekerja sendiri," paparnya.
Program Terobosan Direktif Presiden dan Transparansi Insentif
Dalam kesempatan tersebut, Surya juga menekankan bahwa program MagangHub merupakan bentuk terobosan berbasis direktif Presiden yang berfokus pada percepatan penyerapan lulusan baru (fresh graduate).
"Program magang ini, khususnya MagangHub ini bukan program reguler di kami di kementerian, ini bukan DIPA atau anggaran reguler. Jadi tiap tahun tidak ada, semua tergantung dari arahan direktif Presiden," ungkapnya.
Terkait isu miring di media sosial mengenai pemotongan dana bantuan, Surya menegaskan transparansi penyaluran insentif karena dana ditransfer langsung ke rekening peserta.
"Uangnya langsung ditransfer ke adik-adik sekalian, jadi enggak mungkin dipotong. Kalau dipotong pun langsung ketahuan dan kami yang celaka," tegas Surya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh