Menag: Alumni PTKIN Siap Perkuat Visi Prabowo, Indonesia Berpeluang Jadi Episentrum Peradaban Islam Modern

Menag: Alumni PTKIN Siap Perkuat Visi Prabowo, Indonesia Berpeluang Jadi Episentrum Peradaban Islam Modern

Nusantaratv.com - 14 Juli 2026

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Foto: NTVnews)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Foto: NTVnews)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) siap memberikan kontribusi nyata bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sekaligus mendorong Indonesia menjadi episentrum peradaban Islam modern dunia.

Hal itu disampaikan Nasaruddin dalam Seminar Nasional IKA PTKIN bertema "Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia" di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Muharram yang digelar secara nasional oleh IKA PTKIN.

"Ya, ini kita adakan kegiatan tahunan, IKA PTKIN, Festival Muharram dengan rangkaian kegiatan seperti seminar, pameran, dan juga ada semacam rangkaian seminar ya, dari beberapa tempat dan puncaknya di Jakarta ini," kata Nasaruddin.

Dia mengatakan tema besar kegiatan tersebut menitikberatkan pada upaya membangun kembali peradaban Islam melalui kolaborasi seluruh alumni perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

"Tema seminar kita ini adalah rekonstruksi peradaban Islam di masa akan datang lah, kira-kira persisnya lihat nanti di temanya itu. Tapi poinnya bahwa kita akan proaktif untuk mengantisipasi zaman kita sekarang ini dengan berkolaborasi seluruh alumni UIN, IAIN, dan STAIN se-Indonesia," ujarnya.

Menurut Nasaruddin, gerakan tersebut tidak hanya melibatkan alumni PTKIN, tetapi juga akan diperluas dengan merangkul alumni perguruan tinggi keagamaan swasta serta perguruan tinggi agama lain.

"Dan rangkaian kegiatan kita ini juga nanti akan berlanjut, termasuk juga Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta ya. Bahkan juga nanti akan berlanjut, termasuk juga merangkul, mengakomodir alumni perguruan tinggi keagamaan yang lain, seperti Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, karena mereka juga punya ikatan-ikatannya," katanya.

Dia menilai kolaborasi lintas agama menjadi kunci dalam memperkuat moralitas bangsa sebagai fondasi pembangunan Indonesia.

"Karena tema sentral kita sekarang ini untuk penguatan Indonesia ini, kita harus berkolaborasi seluruh cendekiawan agama untuk memperkuat moralitas masyarakat bangsa kita akan datang. Tanpa ketinggian moralitas, kita enggak mungkin bisa mengangkat martabat Indonesia lebih tinggi," ujar Nasaruddin.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Foto: NTVnews)

Dalam kesempatan itu, Menag menegaskan alumni PTKIN siap mendukung berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Karena itu, kontribusi kami sebagai alumni PTKIN, insyaallah akan berusaha untuk memberikan kontribusinya terhadap pemerintahan Bapak Prabowo Subianto, yang juga sangat peka terhadap persoalan-persoalan, isu-isu geopolitik internasional. Dan juga banyak hal, PTKIN ini akan berusaha untuk memberikan kekuatan-kekuatan, penguatan-penguatan visi-misi Bapak Presiden, dan juga untuk visi-misi bangsa kita ke depan," katanya.

Nasaruddin juga menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat peradaban Islam modern dunia pada masa mendatang.

"Kita berharap mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi episentrum peradaban modern dunia Islam, terutama di masa-masa akan datang," ujarnya.

Saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai dinamika organisasi keagamaan, Nasaruddin memilih mengembalikan pembahasan pada tema utama seminar.

"Pokoknya Insya Allah ini kita bicara dulu tentang episentrum peradaban modern ini, karena kita juga sangat sadar, jangan-jangan memang sudah waktunya Indonesia ini untuk menjadi tuan rumah episentrum peradaban dunia Islam. Karena kita lihat dalam dunia Islam di Timur Tengah itu terlalu disibukkan dengan berbagai macam persoalan-persoalan seperti yang kita lihat sekarang ini, kan?" katanya.

Menurutnya, lahirnya sebuah peradaban besar membutuhkan kondisi negara yang aman, stabil, serta didukung kekuatan ekonomi dan akademik.

"Pemikiran yang tenang itu hanya akan bisa lahir di dalam negara yang tenang, yang stabilitas ekonominya kuat, yang stabilitas ekonominya juga kuat, dan juga ada konsentrasi akademiknya juga sangat kuat. Dan insyaallah ini ada di Indonesia ini. Maka dari itu, banyak sekali ekspektasi ke depan ini membayangkan Indonesia itu akan menjadi kekuatan baru, munculnya peradaban baru. Bukan lagi di Timur Tengah, tetapi ini akan pindah ke Indonesia akan datang, insyaallah," ujar Nasaruddin.

Dia menilai berbagai indikator menunjukkan Indonesia memiliki modal yang kuat untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

"Dengan kekuatan yang kita miliki ini ya, kita lihat dari segi angka-angka statistik ya, kita kan inflasinya, kita yang paling rendah inflasinya negara-negara Muslim besar. Pertumbuhannya pun juga kita yang paling tinggi juga ya, di atas 5. Nah, bandingkan dengan Arab misalnya, hanya 3 ya, dan seterusnya. Alhamdulillah," katanya.

Selain didukung kondisi ekonomi, Nasaruddin menyebut Indonesia juga memiliki keunggulan dari sisi karakter masyarakat yang moderat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, kesetaraan gender, hingga stabilitas politik.

"Dilihat dari ukuran-ukuran ini semuanya, sangat berpotensi Indonesia itu akan menjadi episentrum peradaban. Dan banyak negara, banyak pihak mendukung Indonesia itu menjadi episentrum. Karena umat Islamnya moderat ya, bisa menerima perbedaan, bisa memberikan hak asasi manusia yang bagus, bisa memberikan kesetaraan gender yang bagus, dan bisa juga memberikan moderasi politik internasional yang sangat bagus." jelasnya.

Menutup sambutannya, Nasaruddin menegaskan Indonesia telah memiliki hampir seluruh prasyarat untuk menjadi pusat lahirnya peradaban Islam modern dunia.

"Jadi, semua persyaratan-persyaratan untuk menjadi episentrum masyarakat modern itu sudah dimiliki oleh bangsa kita. Belum lagi potensi kekayaan alam kita, dan yang paling penting stabilitas politik kita juga," tukas Nasaruddin.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close