Menko AHY Sebut SDM Berbasis STEM di Indonesia Baru 20 Persen

Menko AHY Sebut SDM Berbasis STEM di Indonesia Baru 20 Persen

Nusantaratv.com - 09 Oktober 2026

Menko AHY saat memberikan orasi ilmiah di Rapat Senat Terbuka Dies Natalis XII Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis 8 Oktober 2026 (Antara)
Menko AHY saat memberikan orasi ilmiah di Rapat Senat Terbuka Dies Natalis XII Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis 8 Oktober 2026 (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang memiliki latar belakang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau science, technology, engineering, and mathematics (STEM) masih berada di kisaran 20 persen.

"Proporsi SDM berbasis STEM di Indonesia baru sekitar 20 persen. Angka ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 43,5 persen maupun Tiongkok yang berada di angka 41 persen," kata AHY dalam orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis, 8 Oktober 2026, dikutip dari Antara.

AHY menjelaskan bahwa kemajuan suatu negara sangat bergantung pada kualitas modal manusia (human capital), serta kemampuan dalam menguasai teknologi dan mengembangkan inovasi.

Oleh karena itu, ITK yang diresmikan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Oktober 2014 diharapkan menjadi penggerak kemajuan teknologi, inovasi, dan transformasi di Kalimantan maupun Indonesia.

Kalimantan kini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus laboratorium transformasi nasional. Potensi pengembangan wilayah ini mencakup sektor energi, hilirisasi industri, ekonomi hijau, ekonomi maritim, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pada kesempatan tersebut, Rektor ITK Prof. Dr. Agus Rubiyanto menekankan perlunya dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk memenuhi kebutuhan lahan kampus serta membangun fasilitas gerbang utama ITK.

Pihak kampus menilai gerbang utama itu bukan hanya berupa bangunan fisik, melainkan juga menjadi simbol penyambutan bagi talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang datang untuk menempuh pendidikan di Kalimantan.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyambut baik aspirasi tersebut. Ia menyatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap mengawal penyediaan lahan dan memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan fasilitas kampus ITK.

Rudy juga berharap jumlah mahasiswa dan kapasitas tampung ITK terus meningkat dari angka saat ini yang mencapai sekitar 9.000 mahasiswa. Dengan begitu, ITK diharapkan mampu mencetak lebih banyak tenaga ahli lokal.

Rangkaian Dies Natalis ke-12 ITK turut ditandai dengan peresmian simbolis konsorsium ITX yang memperkuat kolaborasi empat institut teknologi negeri, yaitu Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Sumatera (Itera).

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close