Menkop Dorong Produk UMKM Masuk Gerai Koperasi Merah Putih

Menkop Dorong Produk UMKM Masuk Gerai Koperasi Merah Putih

Nusantaratv.com - 15 April 2026

Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng) (Antara)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, meminta agar produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diprioritaskan untuk masuk ke gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

“Penguatan koperasi kini harus masuk ke tahap yang lebih konkret, yakni operasionalisasi KDKMP dan pengembangan kolaborasi usaha yang berdampak langsung pada ekonomi warga,” kata Ferry Juliantono di Semarang pada Selasa, 14 April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Pengukuhan Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Jawa Tengah sekaligus Rapat Kerja Wilayah Tahun 2026.

Menurutnya, gerakan koperasi juga perlu merambah sektor produksi kebutuhan harian masyarakat hingga tahap pascaproduksi agar dampak ekonominya lebih luas dirasakan.

Ia menilai pengembangan koperasi dapat menjadi pintu masuk untuk menghidupkan kembali industri kecil di daerah.

"Kita bisa belajar buat sabun, sampo, detergen, sampai sambal sendiri. Itu bisa menghidupkan industri kecil dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jateng serta menjadi terobosan untuk memecahkan berbagai masalah di masyarakat," katanya.

Ferry Juliantono juga menilai Jawa Tengah sebagai salah satu daerah yang menonjol dalam pengembangan koperasi, terutama dalam percepatan pembentukan badan hukum KDKMP.

Dalam kesempatan itu, ia berharap Dekopinwil Jawa Tengah dapat bergerak sejalan dengan Kementerian Koperasi untuk menghidupkan kembali aktivitas badan usaha koperasi di daerah.

"Amanah ini menjadi tidak ringan karena Dekopin adalah satu tarikan napas yang harus sama dengan Kemenkop," katanya.

Ia juga berharap Dekopinwil Jawa Tengah mampu menjadi contoh koperasi modern yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa koperasi harus berperan sebagai pusat pendampingan ekonomi rakyat, terutama dalam membantu pelaku usaha mikro agar dapat berkembang.

Ia menekankan bahwa koperasi dapat menjadi alternatif pembiayaan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Dekopinwil Jawa Tengah juga didorong untuk mengambil peran strategis dalam transformasi sumber daya manusia dan digitalisasi, penguatan usaha dan jaringan, serta advokasi dan perlindungan koperasi.

"Pengurus telah terbentuk. Dengan adanya pengurus yang baru ini, rekan-rekan bisa mewarnai, agar koperasi di Jateng jadi cikal bakal kemakmuran masyarakat," katanya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, Jawa Tengah saat ini memiliki 19.022 koperasi aktif dengan lebih dari 6,8 juta anggota.

Total aset koperasi tercatat mencapai Rp60,13 triliun, dengan volume usaha Rp43,78 triliun, serta imbal hasil kepada anggota sebesar Rp1,16 triliun.

Selain itu, terdapat 8.523 unit KDKMP di Jawa Tengah, di mana 6.271 unit sudah beroperasi dan 1.466 unit di antaranya telah memiliki gerai fisik sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close