Nusantaratv.com - Sejumlah pemilik mobil Subaru di Amerika Serikat (AS) mengeluhkan masalah baterai yang cepat habis, bahkan ketika kendaraan sedang diparkir dan mesin dalam kondisi mati.
Keluhan tersebut kini berujung pada gugatan class action terhadap Subaru of America dan Subaru Corporation.
Dilansir dari Carscoops, Minggu (10/5/2026), gugatan yang diajukan pada 1 Mei 2026 di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik New Jersey itu menuding adanya cacat pada sistem kelistrikan kendaraan Subaru.
Sistem tersebut disebut tetap mengonsumsi daya listrik meski mobil telah dimatikan, sehingga baterai terus terkuras secara perlahan.
Para penggugat menilai masalah ini terjadi di banyak lini produk Subaru, bukan hanya pada satu model tertentu.
Mereka mengklaim kendaraan gagal masuk ke mode hemat daya atau "sleep mode" setelah mesin dimatikan.
Daftar Model Subaru yang Disebut Terdampak
Dalam dokumen gugatan, sejumlah model Subaru yang disebut mengalami masalah meliputi Subaru Outback 2021-2022, Subaru Forester 2021-2024, Subaru Legacy 2021-2023, Subaru WRX 2021-2023, Subaru Ascent 2021-2022, Subaru Crosstrek 2019-2023, Crosstrek Hybrid 2019-2024, Forester Wilderness 2022-2025, dan Subaru Impreza 2019-2023.
Keluhan: Mobil Sulit Menyala hingga Mati Mendadak
Menurut gugatan tersebut, para pemilik mengalami berbagai gangguan, mulai dari mobil sulit dinyalakan, baterai sering soak, hingga kendaraan mati mendadak saat digunakan.
Salah satu penggugat mengaku Subaru Outback 2024 miliknya tiba-tiba mati total di tengah perjalanan dan sempat menghambat lalu lintas sebelum akhirnya diderek.
Ada pula pemilik lain yang menyebut dealer telah beberapa kali mengganti baterai, namun masalah yang sama terus berulang.
Menariknya, gugatan ini tidak menuduh Subaru menggunakan baterai berkualitas buruk.
Fokus utama justru tertuju pada dugaan gangguan sistem elektronik kendaraan yang tetap menarik arus listrik saat mobil parkir.
Kondisi tersebut disebut menciptakan "arus parasite" atau dark current, yakni konsumsi daya tersembunyi yang perlahan menguras baterai tanpa disadari pemilik kendaraan.
Subaru Disebut Sudah Menyelidiki Masalah Internal
Dokumen gugatan juga menyinggung sejumlah buletin layanan teknis internal Subaru terkait pemeriksaan pengurasan daya baterai.
Salah satunya adalah buletin pada Oktober 2025 yang meminta teknisi tidak langsung menyalahkan Modul Komunikasi Data kendaraan.
Hal ini dinilai menjadi indikasi diman Subaru telah mengetahui dan menyelidiki persoalan tersebut secara internal, sementara para pemilik masih terus melaporkan kasus baterai mati dan kebutuhan jump-start berulang.
Di era mobil modern dengan fitur digital dan layanan terhubung yang selalu aktif, konsumsi daya listrik memang semakin besar.
Namun, para penggugat menilai kondisi baterai yang cepat habis meski mobil tidak digunakan tetap tidak dapat diterima.
Hingga kini, Subaru belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan tersebut.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh