Nusantaratv.com-Presiden Prabowo Subianto mendorong penerapan pembelajaran bahasa asing sejak jenjang sekolah dasar. Menurutnya, kemampuan tersebut diperlukan agar anak-anak Indonesia memiliki bekal yang cukup untuk bersaing dan mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri.
"Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing, bahasa-bahasa yang paling penting, bahasa Inggris, mandarin, Arab. Bahasa-bahasa juga Jepang, Korea, Spanyol, Prancis," ujarnya saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo menilai penguasaan bahasa asing yang diberikan sejak usia dini, ditambah dengan akses pendidikan berkualitas, dapat memperkuat daya saing talenta Indonesia. Ia berharap kemampuan tersebut membuka peluang lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di perusahaan asing, terutama dalam bidang sains dan teknologi.
"Nanti kalau masuk ke kalau sudah cari lapangan kerja merek punya kemampuan lebih bisa diterima di mana-mana. Bisa kerja dengan pihak manapun dan kita mengerti sekarang Tiongkok ekonomi paling dinamis, tapi Jepang, Korea, Prancis maju, banyak negara bicara Spanyol, bahasa Arab. Kita juga harus belajar bahasa Rusia mereka di bidang science dan technology," kata Prabowo.
Ia juga menyampaikan bahwa pekerja asal Indonesia memiliki daya tarik di pasar tenaga kerja internasional. Sejumlah sektor jasa seperti pariwisata, keperawatan, rumah sakit, serta bidang lainnya disebut memiliki permintaan terhadap tenaga kerja Indonesia.
"Orang Indonesia dikenal ramah ulet dan sopan, karena itu tenaga kerja kita diharapkan di dunia,"
Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah turut memperkuat infrastruktur pendidikan. Pembangunan dilakukan mulai dari sekolah, universitas, hingga fasilitas asrama bagi para pelajar.
"Kita bangun sekolah rakyat, sekolah asrama bagi anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya dengan ruang kelas untuk komputer, strateginya kita harus putus lingkaran kemiskinan." pungkasnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh