Prabowo Wanti-wanti Ancaman Krisis Global Pangan, Energi, dan Air

Prabowo Wanti-wanti Ancaman Krisis Global Pangan, Energi, dan Air

Nusantaratv.com - 08 April 2026

Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/aa. (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden) (Antara)
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/aa. (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Presiden Prabowo Subianto mengingatkan adanya potensi krisis global yang mencakup sektor pangan, energi, dan air sebagai isu fundamental yang harus diantisipasi oleh setiap negara. Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi penentu utama keselamatan suatu bangsa.

Prabowo menyampaikan bahwa pandangan tersebut telah lama diyakininya dan juga sejalan dengan proyeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam agenda pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs).

"Saya telah meyakini dan saya telah menyebarluaskan hal-hal pokok yang saya yakini adalah daftar keselamatan bangsa, dan ini telah dibenarkan oleh PBB dalam sustainable development goals, di mana beberapa tahun yang lalu PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia, krisis yang akan melanda seluruh dunia adalah tiga hal yaitu krisis pangan, krisis energi, dan krisis air," kata Prabowo dalam taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 6 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa pemikiran tersebut telah dituangkan dalam berbagai gagasan dan tulisan selama puluhan tahun, yang menekankan pentingnya ketahanan di sektor pangan, energi, dan air.

Terkait kondisi dalam negeri, Prabowo menilai Indonesia relatif tidak mengalami masalah besar dalam ketersediaan air. Bahkan, ia menyebut Indonesia memiliki kelebihan sumber air, meski di beberapa wilayah, khususnya Indonesia timur, masih menghadapi kendala.

"Di bagian-bagian tertentu negara kita, di Indonesia timur, pulau-pulau tertentu masih ada kesulitan air, tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada, tinggal mampu atau tidak kita mendapatkannya dan menjaganya, karena kadang-kadang kita sendiri yang tidak dapat menjaga alam kita," ujar Prabowo.

Menurutnya, persoalan air lebih banyak disebabkan oleh faktor pengelolaan dan kerusakan lingkungan, seperti penebangan hutan yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.

"Hutan kita babat, pohon-pohon di gunung kita babat akhirnya air tidak dapat ditahan terjadi kekeringan tetapi hal-hal ini bisa kita atasi. Ada negara-negara yang kaya akan minyak dan gas tidak punya air," ucap Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselon I kementerian/lembaga di Istana Kepresidenan Jakarta untuk memberikan arahan langsung.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Angga Raka Prabowo, menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh jajaran dalam menjalankan kebijakan pemerintah.

"Bapak Presiden merasa penting untuk menyampaikan juga secara langsung kepada seluruh eselon I, karena kita semua ini kesatuan. Di sebuah kementerian ada menteri, didukung oleh para eselon I, dan jajaran di bawahnya," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut Presiden juga kemungkinan menyampaikan berbagai isu strategis terkait kebijakan pemerintah serta perkembangan situasi terkini.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close