Tiga Putra Ayatollah Ali Khamenei Hadiri Pemakaman, Keberadaan Mojtaba Masih Jadi Tanda Tanya

Tiga Putra Ayatollah Ali Khamenei Hadiri Pemakaman, Keberadaan Mojtaba Masih Jadi Tanda Tanya

Nusantaratv.com - 05 Juli 2026

Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei (kiri), Mojtaba Khamenei. (Foto: Istimewa/Reuters via Deccan Herald)
Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei (kiri), Mojtaba Khamenei. (Foto: Istimewa/Reuters via Deccan Herald)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Tiga putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menghadiri prosesi pemakaman sang ayah di Teheran pada Minggu (5/7/2026). 

Namun, publik menyoroti absennya Mojtaba Khamenei, putra yang telah ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya.

Siaran televisi pemerintah Iran memperlihatkan Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei memanjatkan doa di belakang peti jenazah Ayatollah Khamenei bersama empat anggota keluarga lainnya. 

Prosesi berlangsung di kompleks keagamaan Mosalla Agung Imam Khomeini, Teheran. Pemakaman Ayatollah Khamenei menjadi bagian dari rangkaian penghormatan nasional yang digelar selama sepekan. 

Pemerintah Iran juga berencana membawa jenazah ke sejumlah kota suci Syiah di Iran dan Irak sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tokoh yang memimpin Republik Islam selama puluhan tahun.

Sebelumnya, peti jenazah disemayamkan di dalam ruangan agar dapat dikunjungi para pejabat tinggi Iran dan tamu negara. 

Pada Sabtu (4/7/2026), peti tersebut dipindahkan ke area terbuka dan dipajang di bawah pelindung kaca bersama jenazah putri, menantu laki-laki, menantu perempuan, serta cucu perempuannya yang masih berusia 14 bulan.

Hingga kini, Mojtaba Khamenei belum pernah terlihat di hadapan publik sejak serangan pada 28 Februari yang menewaskan Ayatollah Khamenei beserta sejumlah anggota keluarganya. 

Tidak ada foto maupun rekaman terbaru yang dirilis pemerintah Iran mengenai keberadaannya.

Mengutip Reuters, sumber yang dekat dengan lingkaran dalam Mojtaba menyebutkan dia mengalami luka serius dalam serangan tersebut. 

Wajahnya dilaporkan mengalami cedera permanen, sementara satu atau kedua kakinya mengalami luka berat.

Di sisi lain, gencatan senjata yang mengakhiri perang selama empat bulan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) masih terus berlangsung. 

Pemerintah Iran meyakini kesepakatan yang dimediasi Washington itu akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus dianggap sebagai kemenangan politik bagi Teheran.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada Axios dimana pembicaraan perdamaian sempat ditunda selama sepekan karena rangkaian prosesi pemakaman tersebut.

Dalam upacara pada Minggu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf turut memimpin doa bersama di belakang peti jenazah.

Suasana haru terlihat ketika Masoud Khamenei menangis sambil menyeka air matanya menggunakan keffiyeh, syal bermotif kotak-kotak yang menjadi simbol perjuangan revolusioner Iran dan solidaritas terhadap Palestina, saat imam membacakan doa pemakaman.

Ribuan warga memenuhi kompleks Mosalla sejak Sabtu malam hingga Minggu. Banyak pelayat tampak menangis dan memukul dada sebagai bentuk duka cita.

Operator kereta metro Teheran mencatat sekitar 7 juta perjalanan dalam kurun Sabtu malam hingga Minggu pagi, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat yang datang menghadiri prosesi pemakaman.

Rangkaian penghormatan terakhir masih akan berlanjut. Setelah prosesi besar di pusat Teheran pada Senin, jenazah akan dibawa ke kota suci Qom pada Selasa, kemudian diterbangkan ke Najaf dan Karbala di Irak pada Rabu.

Selanjutnya, jenazah akan kembali ke Iran pada Kamis untuk mengikuti prosesi terakhir di Mashhad sebelum dimakamkan di dekat makam salah satu imam besar Syiah.

Pemerintah Iran memperkirakan jutaan warga akan mengikuti rangkaian prosesi tersebut. Berbagai fasilitas, mulai dari transportasi, konsumsi hingga akomodasi, telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan acara penghormatan nasional itu.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close