Nusantaratv.com - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengaku tak pernah membayangkan dirinya akan terjun ke dunia pemerintahan sebagai pelayan publik.
Lahir dari keluarga pengusaha yang juga aktif di bidang sosial, Irene mengatakan sejak kecil dirinya lebih bercita-cita menjadi presiden direktur atau CEO dibanding menjadi pejabat negara.
"Sejauh-jauhnya cita-cita saya waktu kecil itu jadi presiden direktur, bukan presiden atau pejabat publik," ujar Irene saat menjadi narasumber dalam Kartini Leader Fest 2026 di Nusantara Hall, NT Tower, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Namun, seiring berjalannya waktu, Irene menyadari prinsip entrepreneurship bisa diterapkan di mana saja, termasuk dalam pelayanan publik tanpa harus memiliki perusahaan sendiri.
Saat mendapat kesempatan untuk bergabung di pemerintahan, Irene mengaku hanya memiliki satu tujuan, yakni memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
"Saya cuma berpikir ini demi Merah Putih, demi kemajuan industri kreatif Indonesia. Oke, let's do It," katanya.
Irene juga mengaku percaya setiap langkah hidup akan menemukan jalannya sendiri. Keyakinan itu membuatnya mantap menerima amanah sebagai Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf).
Baca Juga: Lina Tampubolon: Kartini Leader Fest Hadir Perkuat Peran Perempuan untuk Masa Depan Bangsa
Menariknya, Irene membagikan pengalaman lucu di awal masa jabatan. Saat mengikuti kegiatan pembekalan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dirinya sempat dianggap sebagai trainer, bukan pejabat negara.
"Waktu hari pertama di Hambalang, kami semua belum saling kenal. Saya malah dikira trainer, bukan salah satu wakil menteri," ungkapnya sambil tertawa.
Kini, setelah lebih dari 568 hari menjabat, Irene merasa kekuatan terbesar dalam menjalankan tugas berasal dari solidaritas dan persahabatan antarwakil menteri, khususnya para perempuan di kabinet.
"Ladies wamen itu sumber kekuatan. Saat bersama, kami tidak melihat jabatan masing-masing. Yang ada hanya semangat melayani negara dan berkolaborasi," ujarnya.
Menurut Irene, rasa lelah selama bekerja akan terbayar ketika melihat produk ekonomi kreatif Indonesia mendapat pengakuan dunia internasional.
"Ketika turun ke daerah dan melihat karya pejuang ekonomi kreatif diapresiasi global, ada rasa bangga. Itu yang bikin semua rasa capek jadi worth it," katanya.
Irene optimistis industri ekonomi kreatif Indonesia kini bukan lagi sekadar potensi, melainkan kekuatan nyata yang tinggal diperkuat bersama agar mampu semakin bersaing di kancah dunia.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh