Warga Pondok Pinang Didampingi PPPA Lapor ke Polda Metro Jaya

Warga Pondok Pinang Didampingi PPPA Lapor ke Polda Metro Jaya

Nusantaratv.com - 07 Oktober 2026

Tangkapan layar petasan dinyalakan selama satu jam saat perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026) (Antara)
Tangkapan layar petasan dinyalakan selama satu jam saat perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Warga Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Amanda Andono, berencana mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya pada Kamis (8/10) untuk menempuh jalur hukum terkait insiden penggunaan petasan dan kembang api dalam sebuah kegiatan di wilayahnya.

Amanda Andono akan datang bersama putranya, Bhadra Maheswara, pada pukul 09.00 WIB dengan didampingi oleh Tim Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) guna membuat laporan resmi.
 
"Siang ini baru konsultasi dengan Tim PPPA. Besok Kamis pukul 09.00 WIB, saya dan anak saya Bhadra Maheswara mendatangi Polda Metro Jaya dengan didampingi oleh Tim PPPA untuk pelaporan kasus Kembang Api," kata Amanda saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (7/10).
 
Sebelumnya, Lurah Pondok Pinang, Dina Rosalina, mengungkapkan bahwa warga yang merasa dirugikan memang menyatakan kesiapannya untuk membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum setelah proses medisi di tingkat kelurahan menemui jalan buntu.
 
"Para warga yang merasa dirugikan berkeberatan dan akan menempuh jalur hukum," ujar Dina kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/10).

Dina menjelaskan bahwa pihak kelurahan sempat memfasilitasi proses mediasi antara kedua belah pihak yang bertempat di aula Kantor Kelurahan Pondok Pinang pada Minggu (4/10) malam. Mediasi tersebut digelar atas permohonan dari Ketua RW setempat menyusul adanya gejolak di tengah masyarakat.
 
Dari hasil mediasi terungkap bahwa persoalan utama yang dikeluhkan warga mencakup penggunaan petasan dan kembang api yang dinilai sangat mengganggu ketertiban umum, serta terjadinya kericuhan antara warga yang melancarkan protes dengan pihak panitia penyelenggara acara yang berujung pada dugaan perbuatan tidak menyenangkan.

Baca juga: KemenPPPA Dorong Penanganan Kasus Kekerasan di OKI Tetap Berperspektif Gender
 
Geger Suara Petasan di Acara Maulid

Sebelumnya diberitakan pihak kepolisian bersama jajaran kelurahan tengah mengusut aksi menyalakan petasan selama satu jam penuh yang memicu keresahan warga saat perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 3 Oktober 2026 malam lalu.

"Sudah monitor, ini pihak-pihak sudah dipanggil ke kantor kelurahan," ujar Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam kepada para wartawan di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.

Lurah Pondok Pinang Dina Roslina menjelaskan, insiden tersebut bermula ketika sebuah keluarga menggelar acara pengajian sekaligus haul untuk mendoakan almarhum kerabat mereka. Namun, rangkaian kegiatan ditutup dengan penyalaan kembang api dan petasan yang berujung pada terganggunya ketenteraman warga sekitar. Aksi tersebut kian disorot lantaran pihak penyelenggara tidak mengantongi izin resmi dari kepolisian, sehingga memicu protes keras dari masyarakat yang merasa dirugikan.

"Informasi dari para pihak penyelenggara ya bahwa mereka ini telah berkoordinasi dengan RT/RW setempat gitu ya, dengan Babinsa setempat. Namun memang secara resminya belum diteruskan kepada pihak kepolisian," ucap Dina.

Peristiwa ini sebelumnya sempat viral di berbagai platform media sosial setelah menuai gelombang keluhan dari warga sekitar. Berdasarkan laporan, petasan dinyalakan secara berulang-ulang hingga sekitar pukul 01.00 WIB, sehingga mengganggu waktu istirahat masyarakat.

Suara ledakan yang masif tersebut membuat sejumlah anak kecil terbangun dan menangis. Salah seorang warga bahkan melayangkan keberatan khusus karena kebisingan tersebut berdampak buruk pada anaknya yang berkebutuhan khusus. Puncak ketegangan terjadi ketika seorang ibu mendatangi lokasi untuk melayangkan protes langsung kepada pihak penyelenggara acara.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close