Dari Meja Redaksi: BMKG Sebut El Nino Saat Ini 3,08 atau Fasenya Sangat Kuat

Dari Meja Redaksi: BMKG Sebut El Nino Saat Ini 3,08 atau Fasenya Sangat Kuat

Nusantaratv.com - 19 Oktober 2026

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Dr Marjuki dalam Program Dari Meja Redaksi di Nusantara TV, Senin (19/10/2026)
Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Dr Marjuki dalam Program Dari Meja Redaksi di Nusantara TV, Senin (19/10/2026)

Penulis: Ninuk Cucu Suwanti

 

NusantaraTV.com- Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Dr Marjuki mengatakan bahwa indeks El Nino saat ini berada pada angka 3.08 atau sangat kuat.

Pernyataan itu disampaikan Marjuki dalam Program Dari Meja Redaksi dengan tema “Awas, Ancaman Panas, Karhutla dan Kekeringan Ekstrem di Indonesia” di Nusantara TV, Senin (19/10/2026).

“Sudah sangat kuat ya. El Nino itu kan dimulai dari 0 kemudian 0,5 ya itu fasenya lemah. Kemudian 0,5 sampai 1 itu fasenya sedang, terus 1 sampai 1,5 kemudian 1,5 sampai 2.  Nah lebih dari itu (2) sudah sangat kuat. Ini sudah lebih dari 2, artinya sudah kategori sangat kuat,” kata Marjuki.

“Dan ini melebihi dari kejadian El Nino yang sebelumnya, yang pernah terjadi, dengan magnitude yang besar ini.”

Marjuki menjelaskan bahwa El Nino adalah pertukaran panas yang dimanifestasikan oleh suhu muka laut antara wilayah pacific bagian barat dengan wilayah pacific tengah dan timur (Peru). Jadi dengan perpindahan panas seperti itu maka akan mengganggu angin yang biasanya membawa uap air ke wilayah Indonesia.

“Nah karena ada perlambatan angin yang ke Indonesia itu atau ke wilayah pacific barat maka di wilayah kita cenderung kurang uap air, gitu. Nah sehingga dengan kurangnya uap air itu maka pertumbuhan awan akan semakin sulit,” jelas Marjuki.

Menurut Marjuki mengatakan, puncak ekstrem El Nino baru akan berakhir di sekitar Maret, April, atau Mei 2027.

“Tapi ini harus dipahami ya, El Nino dengan musim kemarau itu hal yang berbeda. Jadi kalau musim kemarau itu murni kita dipengaruhi angin monsun barat dan timur.  Nah ini sedang transisi kan, untuk memasuki monsun barat makanya di wilayah-wilayah barat kita sudah pada mulai hujan,” ujar Marjuki.

“Mulai dari Sumatra Barat, Sumatra Utara, Aceh sudah mulai hujan karena dari sana kan anginnya dan nanti akan menjalar ke Jawa. Nah pada saat sudah masuk hujan ini, sebenarnya angin monsun ini sebenarnya sudah membawa uap dari samudera hindia hanya masalahnya hujannya akan mundur karena El Ninonya masih aktif.”

Dialog tentang “Awas, Ancaman Panas, Karhutla dan Kekeringan Ekstrem di Indonesia” dapat Anda saksikan selengkapnya dengan mengakses YouTube Nusantara TV.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close