MBG Jangkau 27 Ribu SPPG, Serapan Anggaran Capai Rp60 Triliun

MBG Jangkau 27 Ribu SPPG, Serapan Anggaran Capai Rp60 Triliun

Nusantaratv.com - 20 April 2026

Kepala BGN Dadan Hindayana saat memaparkan mengenai perkembangan dan dampak Program MBG dalam kegiatan retret ketua DPRD seluruh Indonesia di Magelang, Sabtu (18/4/2026). ANTARA/HO-BGN. (Antara)
Kepala BGN Dadan Hindayana saat memaparkan mengenai perkembangan dan dampak Program MBG dalam kegiatan retret ketua DPRD seluruh Indonesia di Magelang, Sabtu (18/4/2026). ANTARA/HO-BGN. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Program tersebut juga disebut telah menyerap anggaran hingga Rp60 triliun.

“Alhamdulillah sekarang sudah menyebar di seluruh Indonesia, dan hari ini sudah menyerap anggaran Rp60 triliun dimana anggaran itu seluruhnya sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah,” ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Dalam pemaparannya mengenai perkembangan serta dampak program MBG pada kegiatan retret ketua DPRD seluruh Indonesia di Magelang, Sabtu, 18 April 2026, Dadan menjelaskan bahwa program ini berangkat dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup tinggi, yang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Program ini sebetulnya berawal dari kegelisahan Presiden, karena Indonesia masih tumbuh enam orang per menit, tiga juta per tahun dan masih akan tumbuh mencapai 324 juta tahun 2045, dan sekarang permasalahannya bukan pertumbuhannya, tetapi dari mana pertumbuhan itu berasal," katanya.

Ia juga menyoroti kondisi pendidikan masyarakat yang masih relatif rendah, dengan rata-rata lama sekolah hanya sekitar sembilan tahun. Kondisi ini berdampak pada akses anak terhadap asupan gizi yang seimbang.

"Jadi anak-anak Indonesia itu, dewasa ini banyak lahir dari orang tua yang pendidikannya hanya lulusan SD, sehingga, tidak heran kalau 60 persen anak tidak punya akses terhadap makan bergizi seimbang, 60 persen anak itu jarang minum susu bahkan tidak mampu minum susu," paparnya, dikutip dari Antara.

Melalui program MBG, pemerintah melakukan intervensi pada dua fase penting, yakni 1.000 hari pertama kehidupan yang berpengaruh pada perkembangan kecerdasan, serta masa usia sekolah yang menentukan pertumbuhan fisik anak.

Dadan menegaskan bahwa program ini diharapkan dapat menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi mendatang.

"Kita harapkan dengan program ini stuntingnya bisa dicegah, karena rata-rata IQ Indonesia sekarang 78. Maka, dengan hadirnya program ini, kami berharap nanti 10 hingga 15 tahun ke depan yang lahir hari ini dan akan jadi tenaga kerja produktif, itu sudah tidak stunting, serta tinggi badannya naik karena kita intervensi dari sekarang," tuturnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close