Nusantara Business Hour: Bahlil Lahadalia Kaji Moratorium Smelter Baru Nikel hingga IHSG Masih Bergejolak

Nusantara Business Hour: Bahlil Lahadalia Kaji Moratorium Smelter Baru Nikel hingga IHSG Masih Bergejolak

Nusantaratv.com - 19 Oktober 2026

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahli Lahadalia sebut pemerintah sedang mengkaji penataan industri nikel nasional di tengah kelebihan pasokan global yang mencapai 2,5 juta ton.
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahli Lahadalia sebut pemerintah sedang mengkaji penataan industri nikel nasional di tengah kelebihan pasokan global yang mencapai 2,5 juta ton.

Penulis: Ninuk Cucu Suwanti

 

NusantaraTV.com- Pemerintah mengkaji penataan industri nikel nasional di tengah kelebihan pasokan global yang mencapai 2,5 juta ton. Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahli Lahadalia menegaskan fokus kebijakan bukan membatasi produksi biji, melainkan mengatur pasokan dan mempercepat industri hilir.

“Yang benar itu adalah pemerintah sedang mempertimbangkan untuk membuat satu kebijakan. Sekarang kan hilirisasi itu kan yang kita inginkan adalah endingnya nilai tambah 100% di sini,” kata Bahlil Lahadalia sebagaimana tayangan Nusantara Business Hour, Senin (19/10/2026).

Bahlil menyampaikan, salah satu opsi yang dikaji adalah moratorium pembangunan smelter terbaru yang menghasilkan produk nikel setengah jadi. Dari opsi tersebut, Pemerintah menargetkan nilai tambah lebih besar tercipta di dalam negeri.

“Di industri sekarang smelter masih ada produk sasaran antara 60%, 50%. Nah, yang menghasilkan produk yang turunannya baru 50, 60% ini, ini mungkin setelah nanti kajian dulu ya. Kalau memang kita ini sudah terjadi over supply di nikel itu, terjadi over supply 2,5 juta antara konsumsi dunia dengan produksi,” kata Bahlil.

“Nah, ke depan kita akan dorong adalah industri-industri hilirnya supaya bahan baku setengah jadi ini tidak semuanya dibawa ke luar negeri. Itu yang dimaksudkan.”

Sementara itu, Forum Industri Nikel Indonesia mencatat produksi nikel olahan nasional mencapai 2,5 juta ton pada 2025, setara sekitar 60% pasokan dunia. Pada 2026, produksi diproyeksikan turun hingga 4% sebelum kapasitas pengolahan nikel bahan baku baterai diperkirakan meningkat pada 2027.

Selain berita Pemerintah mengkaji penataan industri nikel nasional di tengah kelebihan pasokan global yang mencapai 2,5 juta ton. Redaksi Nusantara TV juga menyajikan beragam informasi lain di antaranya:

1. IHSG Masih Bergejolak, Analis Perkirakan Bergerak di Kisaran 4.750-5.150

2. IHSG Terkoreksi Tajam 5,05% ke Level 4.923 Pada Penutupan Perdagangan

3. Prabowo Bertemu Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang

4. MSCI Bikin Panik, Masih Amankan Investasi Saham RI?

Anda dapat menyaksikan informasi selengkapnya berita-berita pilihan redaksi Nusantara TV dengan mengakses YouTube Nusantara TV.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close