Nusantara Economic Udpates: Celios Sebut IHSG Anjlok 11,57% Jadi Catatan Kelam, Penurunan Terdalam Dibanding Krisis 1998

Nusantara Economic Udpates: Celios Sebut IHSG Anjlok 11,57% Jadi Catatan Kelam, Penurunan Terdalam Dibanding Krisis 1998

Nusantaratv.com - 19 Oktober 2026

Peneliti Center of Economic and Law Studies Celios Galau D Muhammad mengatakan penurunan IHSG hingga 11,57 persen menjadi catatan terkelam karena penurunan ada di titik terdalam jika dibanding krisis tahun 1998.
Peneliti Center of Economic and Law Studies Celios Galau D Muhammad mengatakan penurunan IHSG hingga 11,57 persen menjadi catatan terkelam karena penurunan ada di titik terdalam jika dibanding krisis tahun 1998.

Penulis: Ninuk Cucu Suwanti

NusantaraTV.com- Peneliti Center of Economic and Law Studies Celios Galau D Muhammad mengatakan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 11,57 persen menjadi catatan terkelam karena penurunan ada di titik terdalam jika dibanding krisis tahun 1998.

Keterangan itu disampaikan oleh Galau dalam dialog Program Nusantara Economic Updates di Nusantara TV, Senin (19/10/2026).

“Selama ini MSCI selalu menjadi rujukan banyak investor internasional institution di berbagai negara dalam melihat klasifikasi pasar yang produktif gitu ya. Nah ini menjadi catatan yang kelam kalau kita lihat penurunannya 11,57%, ini menjadi titik yang terdalam dibandingkan eh dalam kurun waktu berapa puluh tahun yang lalu ya, bahkan sejak kita mengalami krisis tahun '98,” ucap Galau.

Galau menegaskan bahwa MSCI posisinya tidak sama dengan rating agensi pada umumnya. MSCI, kata Galau, merepresentasikan banyak sekali investor institusional global yang skala besar.

“Jadi kalau kita lihat ini merupakan concern dari pelaku bisnis dalam membaca bahwa pasar modal kita hari ini rasa-rasanya memiliki eh permasalahan, bukan hanya secara teknikal tapi secara fundamental kita harus mengucapkan bahwa, hari ini kita melihat bahwa ada permasalahan tata kelola yang sangat serius,” ujar Galau.

“Kalau dilihat bagaimana isu yang seringkali di sampaikan tidak ada transparansi, masih ada transaksi yang mencurigakan gitu ya, skala masif dan bahkan terkoordinasi.

Galau kemudian mengomentari perihal MSCI yang memberikan tenggat waktu hingga 30 Juni 2027 bagi Indonesia membuktikan reformasi pasar modal.

“Ini mungkin belum diketuk final ya karena akan 30 Juni 2027, tapi ini merupakan sinyal yang serius dalam membaca kekhawatiran market khususnya melihat pasar modal kita yang memiliki berbagai lapis kerentanan dan risiko yang belum tertangani dengan baik,” tegas Galau.

Oleh karena itu, Galau menekankan agar pemerintah tidak mempermasalahkan metodologi yang digunakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) saat kredibilitas Indonesia dipertanyakan.

“Kalau kredibilitas kita hari ini dipertanyakan oleh MSCI. Jangan permasalahkan metodologinya, standar pengukuran indeksnya. Karena itu sudah berlaku secara global, itu sudah diterapkan dengan baseline yang cukup banyak di berbagai negara,” ucap

Galau menyampaikan bahwa permasalahannya pasar saham Indonesia saat ini berada di internal.

“Ada dari tata kelola pasar kita yang hari ini belum dikelola dengan baik. Harusnya KSEI (PT Kustodian Sentral Efek Indonesia) harus mempublikasi data kepemilikan bahkan di level 1% ya. OJK juga harus kembali menegakkan hukum secara clear gitu ya, tidak pandang bulu,” ujar Galau.

Pernyataan Peneliti Center of Economic and Law Studies Celios Galau D Muhammad soal Kredibilitas RI Dipertanyakan MSCI dapat Anda saksikan selengkapnya di YouTube Nusantara TV.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close