Peugeot RCZ Vision Debut, Coupe Listrik 500 PS yang Bisa Isi Daya 10 Menit

Peugeot RCZ Vision Debut, Coupe Listrik 500 PS yang Bisa Isi Daya 10 Menit

Nusantaratv.com - 12 Oktober 2026

Peugeot RCZ Vision. (Foto: Istimewa via Carscoops)
Peugeot RCZ Vision. (Foto: Istimewa via Carscoops)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Peugeot memperkenalkan RCZ Vision, konsep coupe listrik bergaya futuristis yang menggabungkan desain sporty, teknologi berkendara terbaru, dan kemampuan pengisian daya supercepat. 

Mobil konsep ini diklaim mampu mengisi baterai dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu 10 menit.

Melansir Carscoops, Senin (12/10/2026), RCZ Vision juga menjadi gambaran arah desain dan teknologi Peugeot untuk beberapa tahun ke depan. 

Kehadirannya sekaligus menunjukkan ambisi merek asal Prancis tersebut dalam memperkuat posisinya di bawah naungan Stellantis.

Peugeot termasuk satu dari empat merek dalam portofolio Stellantis yang diproyeksikan menerima 70 persen investasi perusahaan ke depan, bersama Jeep, Ram, dan Fiat. 

Konsep RCZ Vision yang diperkenalkan di Paris Motor Show 2026 menjadi salah satu petunjuk mengenai arah pengembangan produk Peugeot berikutnya.

Peugeot RCZ Vision, Coupe Sporty dengan Desain Futuristis

Nama RCZ bukan hal baru bagi Peugeot. Sebelumnya, merek ini pernah memasarkan RCZ pada 2009-2015 sebagai coupe sporty yang menjadi pesaing Audi TT.

Kini, nama tersebut kembali digunakan pada RCZ Vision dengan pendekatan desain yang lebih modern. 

Mobil ini mengusung bodi rendah dengan lekukan tegas, atap kaca bergaya gelembung, serta proporsi yang menonjolkan karakter sporty.

Peugeot menyebut bahasa desain terbarunya sebagai Feline Future. Filosofi tersebut menggabungkan lima prinsip, yakni kebebasan, keberanian, keanggunan, kekuatan batin, dan insting.

Melalui pendekatan ini, Peugeot ingin menghadirkan mobil yang terlihat bertenaga dan elegan tanpa desain berlebihan. 

Perusahaan juga berupaya menghadirkan teknologi yang lebih intuitif, termasuk mengurangi ketergantungan pada layar sentuh berukuran besar.

Ciri khas lampu tiga cakar Peugeot tetap dipertahankan, tetapi kini ditata secara horizontal di bagian depan dan belakang. 

Bumper depan juga menampilkan grafis berlubang mikro bertuliskan RCZ yang memperkuat identitas mobil.

Sementara itu, lekukan bodi pada bagian samping menciptakan bahu yang terlihat kekar. Garis atap dibuat tetap rendah dengan dukungan desain bagian belakang baterai yang hanya memiliki ketebalan sekitar 110 mm.

Interior Peugeot RCZ Vision Mengusung Setir Hypersquare

Masuk ke kabin, RCZ Vision membawa konsep kokpit digital dengan pendekatan berbeda. Peugeot mempertahankan i-Cockpit khasnya, tetapi mengembangkan kembali tata letak instrumen agar informasi berkendara lebih mudah disesuaikan.

Pengemudi dapat memantau informasi utama, seperti kecepatan dan sisa daya baterai, melalui panel instrumen. Data tambahan bisa ditampilkan pada layar LED mikro sesuai kebutuhan.

Bahkan, layar tengah dapat dinonaktifkan sepenuhnya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Peugeot ingin menghadirkan pengalaman berkendara yang tidak selalu bergantung pada layar besar.

Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah setir Hypersquare. Teknologi ini sebelumnya telah diperkenalkan melalui sejumlah mobil konsep Peugeot dan direncanakan hadir pada hatchback listrik E-208 generasi berikutnya.

Setir tersebut dipadukan dengan teknologi steer-by-wire, yang menghubungkan input kemudi secara elektronik tanpa mekanisme mekanis konvensional secara langsung.

Teknologi ini memungkinkan pengemudi memutar setir kurang dari satu putaran penuh untuk berpindah dari posisi kemudi paling kiri ke paling kanan ketika bermanuver pada kecepatan rendah.

Seiring meningkatnya kecepatan kendaraan, rasio kemudi menyesuaikan untuk membantu menjaga stabilitas. 

Konsep kabin RCZ Vision juga diklaim menawarkan ruang kursi belakang yang dapat digunakan orang dewasa, berbeda dari keterbatasan pada sejumlah coupe berukuran kompak.

Baterai Solid-State dan Sistem Kelistrikan 1.000 Volt

Di balik desainnya, Peugeot RCZ Vision mengandalkan platform STLA One dari Stellantis. Arsitektur ini dirancang untuk mendukung beragam teknologi penggerak, termasuk kendaraan hibrida dan listrik murni.

Platform tersebut diproyeksikan mulai digunakan pada model Peugeot E-208 generasi berikutnya pada 2027. Namun, RCZ Vision menggambarkan kemungkinan pengembangan teknologi yang lebih canggih untuk kendaraan listrik masa depan.

Jika sebelumnya Stellantis memperkenalkan konsep sistem kelistrikan 800 volt dengan baterai LFP, RCZ Vision membayangkan pengembangan sistem hingga 1.000 volt yang dipadukan dengan baterai solid-state.

Kombinasi tersebut diklaim memungkinkan pengisian daya dari 10 hingga 80 persen hanya dalam 10 menit. Meski demikian, kemampuan ini masih merupakan bagian dari konsep teknologi yang diperlihatkan Peugeot, bukan spesifikasi kendaraan produksi yang sudah dikonfirmasi.

Dari sisi performa, RCZ Vision dibekali sistem penggerak listrik dengan tenaga 500 PS atau sekitar 493 hp. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 600 km atau sekitar 373 mil.

Konsumsi energinya diperkirakan berada di angka 11,5 kWh per 100 km. Berdasarkan angka jarak tempuh dan efisiensi tersebut, kapasitas baterai yang dapat digunakan diperkirakan sekitar 69 kWh.

Perlu dicatat, angka kapasitas tersebut merupakan perkiraan berdasarkan data yang disebutkan, bukan kapasitas baterai resmi yang telah diumumkan Peugeot.

Apakah Peugeot RCZ Vision Akan Diproduksi Massal?

Meski menawarkan desain dan teknologi menjanjikan, Peugeot belum memastikan RCZ Vision akan diproduksi secara massal.

Segmen coupe sport memiliki pasar yang relatif terbatas, sehingga keputusan produksi perlu mempertimbangkan biaya pengembangan dan potensi permintaan konsumen.

Kendati demikian, bukan berarti seluruh teknologi yang diperlihatkan pada mobil konsep ini akan berhenti sebagai pajangan pameran. 

Peugeot diperkirakan akan mengadopsi sejumlah elemen desain dan teknologi RCZ Vision pada model-model berikutnya.

Selain bahasa desain baru, platform kendaraan listrik, perangkat keras elektrifikasi, teknologi steer-by-wire, serta sistem bantuan berkendara bebas genggam Level 2++ berpotensi menjadi bagian dari pengembangan kendaraan Stellantis di masa mendatang.

Dengan demikian, Peugeot RCZ Vision bukan sekadar konsep coupe listrik dengan tampilan agresif. 

Mobil ini juga menjadi gambaran bagaimana Peugeot ingin memadukan desain khas, pengalaman berkendara digital, dan teknologi pengisian daya yang lebih cepat untuk menghadapi perkembangan pasar kendaraan listrik.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close