Rosan Roeslani Pasang Target Groundbreaking Fasilitas PSEL di 12 Wilayah Tahun Ini

Rosan Roeslani Pasang Target Groundbreaking Fasilitas PSEL di 12 Wilayah Tahun Ini

Nusantaratv.com - 06 Oktober 2026

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani (kedua kanan) memberikan keterangan kepada wartawan seusai pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026) (Antara)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani (kedua kanan) memberikan keterangan kepada wartawan seusai pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, memasang target ambisius agar peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy / PSEL) di 12 kota yang berbeda dapat direalisasikan sebelum penghujung tahun 2026.

“Kami yakin akan ada lagi groundbreaking waste-to-energy di 12 kota berbeda sampai akhir tahun ini,” ujar Rosan dalam pidato pembukaan ajang Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10).

Rosan menjelaskan, proyek percepatan ini merupakan kelanjutan dari pembangunan fasilitas PSEL gelombang pertama yang sebelumnya telah dimulai di wilayah Bali, Bekasi, dan Bogor. Seluruh proyek fasilitas pengolahan energi terbarukan ini dikembangkan dengan merujuk secara ketat pada standar emisi Eropa sebagai wujud komitmen penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, kehadiran investasi berwawasan lingkungan sangat krusial agar arus modal asing dan domestik yang masuk ke Indonesia tidak sekadar mendatangkan nilai tambah ekonomi, melainkan mampu membuka lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat luas.

“Kita ingin selalu mempunyai investasi yang masuk ke Indonesia itu adalah investasi yang sustainable, yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Tentunya ini adalah investasi yang berkualitas,” tegasnya, dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, isu keberlanjutan saat ini telah mengalami pergeseran paradigma; bukan lagi sekadar agenda penyelamatan lingkungan semata, melainkan sudah menjadi bagian integral dari strategi ekonomi, industrialisasi, serta arah investasi nasional.

Inisiatif pembangunan PSEL ini sendiri dieksekusi secara bertahap melalui kolaborasi bersama Danantara Indonesia. Pada gelombang pertama, tiga titik proyek meliputi Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya telah resmi ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Sebagai contoh, proyek PSEL Bogor Raya 1 yang mulai melaksanakan groundbreaking pada 17 September 2026 dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.500 ton per hari. Dengan nilai investasi menyentuh Rp2,8 triliun, proyek ini ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan 2028 serta diproyeksikan mampu menyerap hingga 1.200 tenaga kerja.

Sementara itu, untuk pengembangan PSEL tahap kedua, pihak Danantara Investment Management telah menyerahkan Conditional Letter of Award kepada delapan mitra terpilih yang mencakup delapan wilayah di 20 kabupaten/kota.

Tahapan studi kelayakan (feasibility study) ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026, yang kemudian langsung disusul dengan tahap persiapan proyek hingga proses groundbreaking yang dijadwalkan pada rentang Desember 2026 hingga Januari 2027. Pemerintah sebelumnya juga melaporkan bahwa proyek PSEL Kayu Manis di Kota Bogor yang masuk dalam gelombang kedua dijadwalkan mulai dibangun pada akhir tahun ini menyusul rampungnya studi kelayakan.

Menutup pemaparannya, Rosan menekankan bahwa pemerintah memandang sektor investasi berkelanjutan sebagai pilar vital dalam membangun perekonomian nasional yang berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi solusi taktis dalam mempercepat penyelesaian problem lingkungan hidup di tanah air.

“Bagi Indonesia, keberlanjutan bukan hanya agenda lingkungan. Ini adalah agenda ekonomi, agenda industri, dan agenda investasi,” pungkasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close